Soal Ulangan Harian, UTS, dan UAS

Tuesday, January 6, 2015

Andik Rasida

Kisah Uwais Al-Qarni

Pada zaman Nabi Muhammad saw, ada seorang pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Ia tinggal di negeri Yaman. Ia seorang fakir dan yatim. Ia hidup bersama ibunya yang lumpuh dan buta. Uwais Al-Qarni bekerja sebagai penggembala domba. Hasil usahanya hanya cukup untuk makan ibunya. Bila ada kelebihan, terkadang ia pergunakan untukmembantu tetangganya yang hidup miskin. Uwais Al-Qarni dikenal anak yang taatberibadah dan patuh pada ibunya. Ia sering kali puasa.
Alangkah sedihnya hati Uwais Al-Qarni setiap melihat tetangganya sering bertemudengan Nabi Muhammad, sedang ia sendiri belum pernah berjumpa dengannya. Ketikamendengar Nabi Muhammad giginya patah karena dilempari batu oleh musuhnya,Uwais Al-Qarni segera menggetok giginya dengan batu hingga patah. Hal ini dilakukansebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad saw. sekalipun ia belumpernah bertemu dengan Nabi. Kerinduan Uwais Al-Qarni untuk menemui Nabi saw. makin dalam. Hatinya selalu bertanya-tanya, kapankah ia dapat bertemu NabiMuhammad saw. dan memandang wajah beliau dari dekat? Ia rindu mendengar suaraNabi saw., kerinduan karena iman.

Pada suatu hari ia datang mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan mohonizin kepada ibunya agar ia diperkenankan pergi menemui Rasulullah di Madinah.Ibu Uwais Al-Qarni terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Ia memaklumiperasaan Uwais Al-Qarni seraya berkata, “Pergilah wahai Uwais, anakku! TemuilahNabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa dengan Nabi, segeralah engkau kembalipulang.”Betapa gembira mendengar jawaban ibunya itu. Segera ia berkemas untuk berangkatdan berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudahberpamitan sembari mencium ibunya, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju Madinah.

Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkansalam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al-Qarnimenanyakan Nabi saw. yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada dirumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al-Qarni hanya dapatbertemu dengan Siti Aisyah ra., istri Nabi saw. Betapa kecewanya hati Uwais. Darijauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi saw., tetapi Nabi saw. tidak dapatdijumpainya.

Dalam hati Uwais bergolak perasaan ingin menunggu bertemu dengan Nabi,sementara ia ingat pesan ibunya agar ia cepat pulang ke Yaman. Akhirnya, karenaketaatannya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannyauntuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi saw.
Nabi pun pulang dari medan pertempuran. Sesampainya di rumah, Nabi saw.menanyakan kepada Siti Aisyah ra. tentang orang yang mencarinya. Siti Aisyah ra.,menjelaskan bahwa memang benar ada yang mencarinya, tetapi karena lama menunggu,ia segera pulang kembali ke Yaman karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehinggaia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad saw. menjelaskanbahwa orang itu adalah penghuni langit. Nabi menceritakan kepada para sahabatnya,“Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah talapak tangannya.” Nabi menyarankan, “Apabila kalian bertemu dengan dia,mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti. Suatu ketika, Khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw.tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit. Sejak saat itu setiap ada khalifah yang datangdari Yaman, Khalifah Umar ra. dan Ali ra. selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni.

Suatu hari rombongan kafilah itu pun tiba di Kota Madinah. Melihat ada rombongankafilah yang baru datang dari Yaman, segera Khalifah Umar ra. dan Ali ra. mendatangimereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongankafilah itu mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar ra. danAli ra. segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar ra. dan Ali ra. memberisalam. Tapi rupanya Uwais sedang ṡalat. Setelah mengakhiri ṡalat-nya dengan salam,Uwais menjawab salam Khalifah Umar ra. dan Ali ra. sambil mendekati kedua sahabatNabi saw. ini dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan,Khalifah Umar ra. dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi saw. Memang benar! Tampaklah tanda putih di telapak tanganUwais Al-Qarni.

Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi saw. bahwadia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra. dan Ali ra. menanyakan namanya,dan dijawab, “Abdullah.” Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?”Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al-Qarni”.

Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali ra. memohon agar Uwais membacakan doa dan istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “Sayalah yangharus meminta doa pada kalian.” Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata, “Kami datang ke sini untuk mohon doa dan istighfar dari Anda.” Uwais Al-Qarni akhirnyaberdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu, Khalifah Umar ra. Menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Namun Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni meninggal. Anehnya, pada saat akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebut untuk memandikan. Saat mau dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengafaninya. Saat mau dikubur, sudah banyak orang yang siap menggali kuburannya. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Penduduk Kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau, wahai Uwais Al-Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal hanyalahseorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.”

Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar ke mana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni disebabkan permintaan Uwais Al-Qarni sendiri kepada Khalifah Umar ra. dan Ali ra. agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw., bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.

(HR. Muslim dari Ishak bin Ibrahim, dari Muaz bin Hisyam, dari ayahnya, dari qatadah, dari zurarah, dari Usair bin Jabir)

Andik Rasida

About Andik Rasida -

Andik Rasida.

Subscribe to this Blog via Email :